بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku" [QS. Adz Dzariyaat: 56] — Ridha Allah adalah tujuan tertinggi seorang hamba, bahkan lebih besar dari surga itu sendiri. Berikut adalah ayat-ayat yang Allah sendiri nyatakan tentang keridhaan-Nya.
AYAT 1QS. Az-Zumar: 7 — Allah Ridha Jika Kita Bersyukur
إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ
"Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu."
Makna: Pondasi ridha Allah adalah syukur. Sedikit rezeki disyukuri, ilmu bertambah disyukuri, jualan laku disyukuri. Allah Maha Kaya, tidak butuh kita, tapi Dia senang melihat hamba-Nya bersyukur.
AYAT 2QS. Al-Bayyinah: 8 — Balasan Bagi Orang yang Takut kepada Tuhannya
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
"Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya."
Makna: Puncak kebahagiaan adalah saling ridha. Allah ridha kepada kita, kita pun ridha dengan semua ketentuan Allah. Ini hanya didapat oleh orang yang memiliki khasyyah (rasa takut yang disertai pengagungan) kepada Allah.
AYAT 3QS. Al-Fath: 18 — Ridha Kepada Mereka yang Berbaiat di Bawah Pohon
لَّقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ
"Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon."
Makna: Baiat Ridwan. Ketika sahabat setia kepada Rasulullah SAW di Hudaibiyah, Allah langsung turunkan ayat menyatakan keridhaan-Nya. Kesetiaan dan pengorbanan untuk agama mengundang ridha Allah.
AYAT 4QS. At-Taubah: 100 — Ridha Untuk Muhajirin dan Anshar
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah."
Makna: Generasi terbaik diridhai karena mereka mendahului dalam kebaikan. Siapa yang mengikuti jejak mereka dengan ihsan, akan mendapat ridha yang sama.
AYAT 5QS. Al-Baqarah: 207 — Mengorbankan Diri Mencari Ridha Allah
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ
"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya."
Makna: Ada orang yang menjual dirinya — waktu, tenaga, harta, bahkan nyawa — hanya untuk mencari ridha Allah. Inilah level tertinggi cinta kepada Allah.
AYAT 6QS. Al-Fajr: 27-30 — Jiwa yang Tenang yang Diridhai
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي
"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku."
Makna: Inilah akhir perjalanan yang indah. Jiwa yang tenang karena selalu dzikir, kembali kepada Allah dalam keadaan ridha (menerima takdir Allah) dan diridhai (diterima Allah). Inilah yang selalu kita doakan.
AYAT 7QS. At-Taubah: 72 — Ridha Allah Lebih Besar Dari Surga
وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar."
Makna: Imam Ibnu Katsir menjelaskan: Surga itu besar, tapi ridha Allah lebih besar. Kenikmatan melihat Allah ridha kepada kita, melebihi semua kenikmatan surga.
AYAT 8QS. Al-Maidah: 119 — Hari Ketika Kejujuran Bermanfaat
قَالَ اللَّهُ هَٰذَا يَوْمُ يَنفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"Allah berfirman: 'Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang jujur kejujuran mereka; bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang besar'."
Makna: Kejujuran — dalam dagang di fujicell.id, dalam berkata, dalam berjanji — adalah kunci ridha Allah. Orang jujur akan Allah ridhai selamanya.
📝 Kesimpulan: Bagaimana Meraih Ridha Allah?
Dari 8 ayat di atas, ulama menyimpulkan bahwa yang diridhai Allah hanya sedikit, dan yang tidak diridhai hanya 3 golongan: orang kafir, munafik, dan fasik.
Sedangkan jalan meraih ridha-Nya sangat luas:
- Bersyukur atas nikmat sekecil apapun (Az-Zumar:7)
- Takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya takut (Al-Bayyinah:8)
- Setia kepada Rasulullah dan sunnahnya (Al-Fath:18)
- Mengikuti jejak orang shalih dengan ihsan (At-Taubah:100)
- Berkorban untuk agama Allah (Al-Baqarah:207)
- Menjadi jiwa yang tenang dengan banyak dzikir (Al-Fajr:27)
- Jujur dalam ucapan dan perbuatan (Al-Maidah:119)
Semoga tulisan ini menjadi amal jariyah dan menjadi jalan kita semua untuk meraih ridha Allah SWT. Aamiin.
Social Media