عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ الَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ, فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلّى الله عليه وسلمَ عَشْرٌ, ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ, فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ: عِشْرُوْنَ, ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ, فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَس فَقَالَ: ثَلَاثُوْنَ [رواه أبو داود والترمذى].
Dari ‘Imran bin Khusain (diriwayatkan) ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw kemudian mengucapkan Assalamu ‘alaikum, Nabi menjawab salamnya kemudian duduk dan bersabda: Sepuluh. Kemudian datang laki-laki lain dan mengucapkan Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah, Nabi saw menjawab salamnya kemudian duduk dan bersabda: Duapuluh. Kemudian datang lagi laki-laki dan mengucapkan Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Nabi menjawab salamnya dan bersabda: Tigapuluh [HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi].
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا ثُمَّ قَالَ اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ مِنْ الْمَلَائِكَةِ فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ فَقَالُوا السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ حَتَّى الْآنَ
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW bersabda: Dahulu Allah mencipta Adam a.s. yang tingginya enam puluh hasta (tangan kalian) kemudian berfirman: Pergilah kamu dan berilah salam kepada mereka para malaikat dan dengarkanlah bagaimana mereka menjawab salam penghormatan kepadamu dan juga salam penghormatan dari anak keturunanmu. Maka Adam menyampaikan salam: “as-Salaamu ‘alaikum” (salam sejahtera untuk kalian). Mereka menjawab: “as-salaamu ‘alaika wa rahmatullah” (salam sejahtera dan rahmat Allah buat kamu). Mereka menambahkan kalimat “wa rahmatullah”. Nanti setiap orang yang masuk surga bentuknya seperti Adam ‘alaihissalam dan manusia terus saja berkurang (tingginya) sampai sekarang”.[HR. Bukhari no. 6227, Muslim no. 2841]
Ucapan salam yang lengkap adalah:
ألَسلامُ عليكم ورحمةُ الله وبركاتُهُ
(Semoga keselamatan tetap atas kamu sekalian, demikian pula rahmat Allah dan barakah-Nya).
Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan mengucapkan: “Assalamu’alaikum”, Nabi bersabda: “sepuluh”. Lalu datang laki-laki lain dan mengucapkan: “Assalamu’alaikum Warahmatullah”, Nabi bersabda: “dua puluh”. Dan datanglah laki-laki yang ketiga dan mengucapkan: “Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh”, Nabi bersabda: “tiga puluh”.[HR. Abu Daud, Tirmidzi]
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” [QS. An-Nisa 86]
“Dari Abdullah bin ‘Amru bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW: Islam manakah yang paling baik? Nabi SAW menjawab: Kamu memberi makan dan memberi salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”.[HR. Ahmad]
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga bersabda: “Sebarkan salam di antara kalian, niscaya kalian saling mencintai”.[HR. Bukhari]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah yang kecil memberi salam pada yang lebih tua, hendaklah yang berjalan memberi salam pada yang sedang duduk, hendaklah yang sedikit memberi salam pada yang banyak.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 3231, 3234, Muslim, no. 2160]
Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah memulai mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nashrani. Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, maka persempitlah jalan mereka.” [HR. Muslim, no. 1319]
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Anas bin Malik berkata, “Ada seorang Yahudi melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia mengucapkan ‘as-saamu ‘alaik’ (celaka engkau).” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas membalas ‘wa ‘alaik’ (engkau yang celaka). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Apakah kalian mengetahui bahwa Yahudi tadi mengucapkan ‘assaamu ‘alaik’ (celaka engkau)?” Para sahabat lantas berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami membunuhnya saja?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan. Jika mereka mengucapkan salam pada kalian, maka ucapkanlah ‘wa ‘alaikum’.” (HR. Bukhari, no. 6926)
Dari Sa’id bin Jubair (diriwayatkan) ia berkata: Ditanyakan kepada Ibnu Abbas bahwa Nauf beranggapan sesungguhnya Musa yang pergi mencari Ilmu itu bukanlah Musa yang diutus kepada Bani Israil. Ibnu Abbas bertanya: Apakah kamu mendengarnya juga wahai Said? Aku menjawab: Ya. Ibnu Abbas berkata: Nauf telah berdusta! Telah menceritakan kepada kami Ubay bin Ka‘ab dia berkata: Aku mendengar Nabi saw bersabda: Musa berpidato di hadapan kaumnya mengingatkan hari-hari Allah, kemenangan dan cobaannya, ia menyatakan bahwa: Aku tidak tahu ada orang yang paling pandai di muka bumi selain aku. Kemudian Allah swt mewahyukan padanya bahwa Allah memiliki seorang hamba yang lebih pandai darinya, Musa berkata: Wahai Rabbku tunjukilah kepadaku, Lalu Allah berfirman kepadanya: Bawalah bersamamu bekal dari ikan yang asin. Hingga akhirnya kamu akan mencari ikan itu. Lalu pergilah Musa hingga ia sampai di sebuah batu lalu ia tidak dapat melihat ikat tersebut. Lalu Musa pergi dengan meninggalkan temannya untuk mencari ikan tersebut. Namun tiba-tiba ikan tersebut bergerak-gerak hingga dapat diketahui oleh temannya. Temannya berkata: Aku akan mengejar Musa hingga aku beritahukan tentang ikan itu kepadanya. Ubay berkata: Lalu teman itu lupa hingga mereka terus berlalu. Musa berkata: Sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini. Lalu temannya berkata: Adakah kamu melihat kita berdiam yakni ketika beristirahat di batu besar. Sesungguhnya aku terlupa kepada ikan hiu itu dan tiada yang membuat aku lupa tentang hal itu, melainkan setan. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula ketika ikan tersebut lari dengan cepat hingga mengagetkan Musa dan mereka berjalan mengikuti jejak ikan tersebut. Musa berkata: Inilah tempat yang telah digambarkan kepadaku. Lalu dia mencari kemudian bertemulah dengan seseorang yang memakai kain penutup kepala, sambil berbaring. Musa mengucapkan salam kepadanya dan ia membalas sambil membuka kain yang menutupi wajahnya: Wa ‘alaikumus-salam … [HR. Muslim]
Dari hadis tersebut dapat dimengerti bahwa pelafalan menjawab salam adalah Wa ‘alaikumus-salam. Dengan demikian jawaban salam yang terlengkap adalah wa ‘alaikumus-salam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Social Plugin