"Kalau hartaku cuma 1 kapak saja ditanya 40 hari tidak selesai, bagaimana kalau hartaku banyak? Entah berapa lama aku menjawabnya..."
— Tukang Kayu
💰 WASITAT ORANG KAYA YANG ANEH
Pada suatu masa, ada seorang konglomerat yang kaya raya. Ia memiliki banyak harta dan kekayaan, tetapi ia tidak memiliki anak. Oleh karena itu, ia menulis surat wasiat.
Barang siapa yang mau menemaniku di dalam kubur selama 40 hari setelah aku mati, maka akan diberi warisan separuh dari hartanya.
Konglomerat itu bertanya kepada anak-anaknya, apakah mereka sanggup menemaninya di dalam kubur. Namun, anak-anaknya tidak sanggup karena mereka merasa takut. Ditanya ke adik-adiknya, juga tidak sanggup.
Akhirnya diumumkan ke seluruh negeri.
🪓 DATANG SEORANG TUKANG KAYU MISKIN
Seorang tukang kayu yang sangat miskin mendengar pengumuman tersebut. Hartanya cuma 1 kapak untuk mencari nafkah.
Seorang tukang kayu yang sangat miskin mendengar pengumuman tersebut. Ia bersedia menemani konglomerat di dalam kubur selama 40 hari demi mendapatkan warisan separuh dari hartanya.
Demi separuh harta konglomerat, ia siap tidur di kubur!
Keesokan harinya konglomerat itu meninggal, dan tukang kayu ikut turun ke liang lahat bersama jenazah.
😱 MALAIKAT DATANG — BUKAN TANYA MAYAT, TAPI TANYA DIA!
Setelah 7 langkah pengantar jenazah pergi, suasana kubur menjadi gelap dan mencekam.
Setelah tujuh langkah para pengantar jenazah meninggalkan area pemakaman, maka datanglah Malaikat Munkar Nakir ke dalam kubur tersebut.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku menemani mayat ini selama 40 hari untuk mendapatkan setengah dari harta warisannya."
"Apa saja harta yang kau miliki?"
"Hartaku cuma Kapak ini saja, untuk mencari rezeki."
"Dari mana kau dapatkan Kapakmu ini?"
📅 40 HARI HANYA DITANYA TENTANG 1 KAPAK
Bayangkan Kak, bukan ditanya tentang sholat, bukan tentang puasa — tapi hanya tentang 1 kapak!
Malaikat Mungkar dan Nakir terus bertanya kepada tukang kayu selama 40 hari. Pertanyaan-pertanyaan selalu berkisar tentang Kapak yang dimiliki tukang kayu.
Hari ke-2: "Apa saja yang kau lakukan dengan kapakmu?"
→ "Aku menebang pohon untuk kayu bakar, lalu aku jual ke pasar"
Hari ke-3: "Pohon siapa yang kau tebang?"
→ "Pohon itu tumbuh di hutan belantara, jadi tak ada yang punya"
Hari ke-4 sampai 39: Kayu dijual ke siapa? Uangnya halal? Dipakai untuk apa? Apakah menebang izin Allah? Apakah merusak hutan?
40 hari, hanya 1 kapak!
🏃♂️ HARI KE-40 — DIA KABUR!
Pada hari terakhir, yaitu hari ke-40, Malaikat Munkar-Nakir kembali datang menemui tukang kayu. Mereka berkata, "Hari ini kami akan kembali bertanya soal kapakmu."
Sebelum sempat ditanya lagi, tukang kayu langsung merinding, membuka pintu kubur dan lari sekuat tenaga!
Sebelum Malaikat Munkar-Nakir sempat melanjutkan pertanyaannya, tukang kayu tersebut segera melarikan diri dari kubur. Dia membuka pintu kubur dan keluar. Ternyata, di luar sudah banyak orang yang menunggunya untuk keluar dari kubur.
Di luar, keluarga konglomerat sudah menunggu mau menyerahkan separuh harta.
"Kalian ambil saja semua bagian harta warisan ini, karena aku sudah tidak menginginkannya lagi."
Sampai di rumah dia berkata ke istrinya:
Aku sudah tidak menginginkan separuh harta warisan dari mayat itu. Di dunia ini harta yang kumiliki padahal cuma satu kapak ini, tapi selama 40 hari yang ditanyakan dan dipersoalkan oleh Malaikat Munkar-Nakir masih saja seputar kapak ini. Bagaimana jadinya kalau hartaku begitu banyak? Entah berapa lama dan bagaimana aku menjawabnya.
"Tidak akan bergerak tapak kaki anak Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara: umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya kemana dipergunakannya, hartanya dari mana ia memperolehnya dan kemana dibelanjakannya, ilmunya sejauh mana diamalkan, dan tubuhnya untuk apa digunakannya." (HR. Tirmidzi)
RENUNGAN UNTUK KITA
Tukang kayu cuma punya 1 kapak, ditanya 40 hari tidak selesai.
Kita punya motor, HP 2 biji, rumah, tabungan, kebun, sawah, emas — berapa tahun kita akan ditanya di alam kubur?
Inilah kenapa Rasulullah sering menangis mengingat kubur.
Harta bukan untuk dibanggakan, tapi untuk dipertanggungjawabkan.
Mulai hari ini, tanya sebelum beli:
"Dari mana uangnya? Untuk apa belinya? Apakah perlu?"
Ya Allah, mudahkan hisab kami, jangan persulit kami karena harta yang tidak berkah. Aamiin.

Social Media