Ad Code

Dari Buraidah RA, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343]

"Paksakan dirimu Shalat sampai kamu gelisah ketika meninggalkannya"

Mengenal Sifat dan Ciri Orang yang Khusyuk Menurut Al-Qur'an

Mengenal Sifat dan Ciri Orang yang Khusyuk Menurut Al-Qur'an

Sungguh Beruntung
Orang Yang Khusyuk

Siapakah orang yang khusyuk dalam shalatnya?


Khusyuk sering kali diidentikkan dengan ketenangan saat mendirikan salat

Namun, tahukah Anda bagaimana Al-Qur'an mendefinisikan siapa sebenarnya orang-orang yang khusyuk itu? Sifat khusyuk bukan sekadar gerakan fisik yang tenang, melainkan sebuah kondisi hati yang tunduk, takut, dan penuh kesadaran di hadapan Allah SWT.

1. Definisi Utama Orang Khusyuk (Surah Al-Baqarah: 46)

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT memberikan definisi yang sangat jelas mengenai esensi dari khusyuk. Setelah menjelaskan bahwa salat adalah perkara yang berat kecuali bagi orang yang khusyuk pada ayat sebelumnya, Allah menyambungnya di ayat ke-46:

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

"(Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya."

Menurut para ahli tafsir, kata yazhunnuuna dalam ayat ini bermakna keyakinan yang kuat (al-yaqin). Jadi, pondasi utama dari khusyuk adalah kesadaran penuh bahwa kita akan mati, kembali kepada Allah, dan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan kita.

2. Ciri Perilaku Orang yang Khusyuk (Surah Al-Anbiya: 90)

Khusyuk di dalam hati pasti akan tecermin dalam perilaku sehari-hari. Dalam Surah Al-Anbiya, Allah menggambarkan profil hamba-Nya yang saleh dan khusyuk dengan ciri-ciri sebagai berikut:

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

"...Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami."

Berdasarkan ayat di atas, ada dua ciri utama orang yang khusyuk:

Gemar Bersegera dalam Kebaikan: Mereka tidak menunda-nunda kesempatan untuk berbuat baik atau beribadah.

Keseimbangan dalam Berdoa: Hati mereka berada di antara rasa harap (raghaban) akan rahmat Allah dan rasa cemas/takut (rahaban) akan murka-Nya.

3. Profil Orang Khusyuk dalam Surah Al-Mu'minūn Ayat 1–6

Kekhusyukan menjadi indikator utama dari kualitas iman seseorang yang akan membawa kepada kesuksesan yang hakiki. Allah SWT menempatkan sifat khusyuk di urutan pertama setelah iman dalam rangkaian ayat pembuka Surah Al-Mu'minūn:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١)

1. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢)

2. (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣)

3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (٤)

4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٥)

5. dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومُونَ (٦)

6. kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

Keterangan & Tafsir Ringkas Ayat:

Rangkaian ayat di atas berisi kunci utama untuk meraih keberuntungan hakiki (al-falah) di dunia dan akhirat. Berikut adalah penjelasan karakteristik mereka:

Ayat 1 (Pondasi Iman): Kata Aflaha berarti meraih apa yang dicari dan selamat dari apa yang ditakuti. Keberuntungan mutlak ini hanya diberikan kepada orang yang memiliki pondasi iman yang benar.

Ayat 2 (Khusyuk dalam Salat): Orang yang khusyuk mendirikan salat dengan hati yang hadir di hadapan Allah disertai rasa takut, tenang anggota badannya, serta fokus menghayati setiap bacaan dan gerakan.

Ayat 3 (Menjauhi Perkara Sia-sia): Mereka memalingkan diri dari Al-Laghw, yaitu segala ucapan, tontonan, atau perbuatan yang tidak mendatangkan manfaat atau pahala untuk dunia maupun akhirat mereka.

Ayat 4 (Menunaikan Zakat): Menunjukkan kesucian jiwa dari sifat kikir dengan membersihkan harta mereka melalui zakat dan kepedulian sosial yang tinggi.

Ayat 5–6 (Menjaga Kehormatan): Mereka menjaga syahwatnya dengan ketat. Hubungan biologis hanya disalurkan melalui ikatan pernikahan yang sah, yang menjadi pembenteng moral utama dalam kehidupan.

4. Balasan Allah untuk Jiwa yang Khusyuk (Surah Al-Ahzab: 35)

Allah SWT tidak menyia-nyiakan hamba-Nya yang berjuang melawan bisikan setan demi meraih kekhusyukan. Baik laki-laki maupun perempuan mendapatkan porsi balasan yang sama mulianya:

وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ ... أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

"...Laki-laki yang khusyuk dan perempuan yang khusyuk... Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."

Kesimpulan :

Orang yang khusyuk adalah mereka yang berhasil menyatukan keyakinan hati akan hari akhir dengan ketundukan fisik saat beribadah. Khusyuk bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan iman yang harus terus dilatih dan diusahakan setiap hari dengan cara memperdalam ma'rifat (mengenal) Allah SWT serta menjaga diri dari hal-hal yang tidak berguna.

📘 Mulailah dari Memperbaiki Shalat . Ringkasan Shalat Sesuai Sunnah

Ad Code

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Islam itu terdiri atas lima rukun. Mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammat itu adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, hajji ke Baitullah dan puasa Ramadlan. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 333]