Dari Buraidah RA, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343]
"Paksakan dirimu Shalat sampai kamu gelisah ketika meninggalkannya"
"Setiap bait adalah pengingat lembut, bahwa hidup hanyalah persinggahan menuju keabadian..."
Bait 01 — Awal Perjalanan
Anak ayam turun sapuluh
mati satu tingga sambilan!
Bacarai nyao dari tubuah
tanganlah balipek ateh badan
Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal sembilan. Bercerai nyawa dari tubuh, tangan dilipat di atas badan.
Bait 02 — Kain Kafan
Anak ayam turun sambilan
matilah satu tingga salapan
Tangan balipek di ateh badan
Lalu rang cabiakkan si kain kapan
Anak ayam turun sembilan, mati satu tinggal delapan. Tangan terlipat di atas badan, lalu orang sobekkan kain kafan.
Bait 03 — Menuju Kubur
Anak ayam turun salapan
mati satu tinggallah tujuah
Alah babungkuik jo kain kapan
Lalu rang baok ka pintu kubua
Anak ayam turun delapan, mati satu tinggal tujuh. Sudah terbungkus kain kafan, lalu orang bawa ke pintu kubur.
Bait 04 — Gelapnya Kubur
Anak ayam turunlah tujuah
mati satu tinggalah anam
Lalu rang baok ka pintu kubua
kok tak baamal lah kabakalam
Anak ayam turun tujuh, mati satu tinggal enam. Dibawa ke pintu kubur, kalau tak beramal akan kegelapan.
Bait 05 — Malaikat Bertanya
Anak ayam turunlah anam
mati satu tinggalah limo
Di dalam kubua bakalam-kalam
datang malekaik yo nan batanyo
Anak ayam turun enam, mati satu tinggal lima. Di dalam kubur yang gelap gulita, datang malaikat yang akan bertanya.
Bait 06 — Apa Amalmu?
Anak ayam turunlah limo
mati satu tingga lah ampek
Datang malekaik yo nan batanyo
Maso di dunia apo di pabuek
Anak ayam turun lima, mati satu tinggal empat. Datang malaikat bertanya, masa di dunia apa yang diperbuat?
Bait 07 — Terbelenggu Neraka
Anak ayam turunlah ampek
mati satu tinggalah tigo
Manjawab tanyo kok indak dapek
Mati balungguak dalam narako
Anak ayam turun empat, mati satu tinggal tiga. Menjawab pertanyaan tak dapat, mati terbelenggu dalam neraka.
Bait 08 — Menyesal
Anak ayam turun lah tigo
mati yo satu tinggalah duo
Indak tatahan azab narako
Mintak babaliak ka dunia nanko
Anak ayam turun tiga, mati satu tinggal dua. Tak tahan azab neraka, minta kembali lagi ke dunia.
Bait 09 — Persiapan
Anak ayam turunlah duo
mati satu tinggalah satu
pasiapkanlah diri basugiro
pabanyak amalan ka nan satu
Anak ayam turun dua, mati satu tinggal satu. Persiapkan diri segera, perbanyak amalan untuk Yang Satu (Allah).
Bait 10 — Penutup • Pesan Terakhir
Anak ayam tinggalah satu
Kok lah mati habih sadonyo
pabanyak amalan ka nan satu
jauhkan salah nan jo doso
Anak ayam tinggal satu, kalau sudah mati habis semuanya. Perbanyak amalan untuk Yang Satu, jauhkan kesalahan dan dosa.
• • •
HIDUIK KO SATU KALI
Syair ini viral karena sederhana tapi menghujam.
Hitungan anak ayam yang berkurang satu per satu,
adalah hitungan umur kita yang juga berkurang setiap detiknya.
Hari ini kita masih bisa membaca syair ini.
Besok, bisa jadi kita yang dibacakan syairnya.
Allahumma khatim lana bi husnil khatimah,
wa la takhtim alaina bi su'il khatimah. Aamiin.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Islam itu terdiri atas lima rukun. Mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammat itu adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, hajji ke Baitullah dan puasa Ramadlan. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 333]
Social Media