Ad Code

Dari Buraidah RA, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343]

Surat Al-Fajr

Tentu. Berikut Surat Al-Fajr (الفجر), surat ke-89 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 30 ayat, beserta terjemahan maknanya dalam bahasa Indonesia.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

1. وَالْفَجْرِ ۙ
Demi fajar,

2. وَلَيَالٍ عَشْرٍ ۙ
dan demi malam yang sepuluh,

3. وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ ۙ
demi yang genap dan yang ganjil,

4. وَالَّيْلِ إِذَا يَسْرِ ۙ
dan demi malam apabila berlalu.

5. هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍ ۗ
Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah yang dapat diterima bagi orang yang berakal?

6. اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ ۖ
Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Ad,

7. اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ ۖ
(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,

8. الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِ ۖ
yang belum pernah dibangun suatu kota seperti itu di negeri-negeri lain,

9. وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ ۖ
dan kaum Samud yang memahat batu-batu besar di lembah,

10. وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِ ۖ
dan Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak,

11. الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِ ۖ
yang berbuat sewenang-wenang di negeri-negeri,

12. فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَ ۖ
lalu mereka banyak berbuat kerusakan di sana.

13. فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ ۖ
Maka Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,

14. اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ ۗ
sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi.

15. فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗ ۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِ ۗ
Adapun manusia, apabila Tuhannya mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”

16. وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِ ۗ
Namun apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, dia berkata, “Tuhanku telah menghinakanku.”

17. كَلَّا ۗ بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَ ۙ
Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,

18. وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ ۙ
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

19. وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَاثَ اَكْلًا لَّمًّا ۙ
dan kamu memakan harta warisan secara rakus,

20. وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا ۗ
dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.

21. كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّا ۙ
Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut,

22. وَّجَاۤءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا ۙ
dan Tuhanmu datang bersama para malaikat berbaris-baris,

23. وَّجِا۟يْۤءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَ ۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰى ۗ
dan pada hari itu diperlihatkan Jahanam. Pada hari itu manusia baru teringat, tetapi apa gunanya lagi peringatan itu baginya?

24. يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْ ۚ
Dia berkata, “Alangkah baiknya dahulu aku mengerjakan kebajikan untuk kehidupanku ini.”

25. فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗٓ اَحَدٌ ۙ
Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya,

26. وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌ ۗ
dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

27. يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُ ۖ
Wahai jiwa yang tenang,

28. ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ
kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.

29. فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْ ۙ
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,

30. وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖ
dan masuklah ke dalam surga-Ku.

🌿 Inti pesan Surat Al-Fajr

Surat ini mengingatkan bahwa kekayaan dan kemiskinan sama-sama merupakan ujian, bukan ukuran bahwa Allah memuliakan atau menghinakan seseorang. Manusia juga diingatkan agar tidak terlena mencintai harta, tetapi memperhatikan anak yatim, orang miskin, dan hak orang lain.

Dan penutupnya sangat menenangkan: “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu…” — sebuah gambaran indah tentang keadaan orang yang telah beriman dan menjalani kehidupan dengan rida kepada Allah.

Ad Code

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Islam itu terdiri atas lima rukun. Mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammat itu adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, hajji ke Baitullah dan puasa Ramadlan. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 333]