Dari Buraidah RA, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343]
"Paksakan dirimu Shalat sampai kamu gelisah ketika meninggalkannya"
Tawakkal adalah sikap berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan segala bentuk ikhtiar atau usaha yang maksimal. Dalam Islam, tawakkal merupakan keyakinan mendalam kepada kekuasaan Allah, bahwa hanya Dia yang menentukan hasil dari setiap usaha manusia. Tawakkal tidak berarti meninggalkan usaha, tetapi melengkapinya dengan kepercayaan penuh bahwa segala sesuatu terjadi sesuai kehendak Allah.
1. Pengertian Tawakkal
Tawakkal berasal dari kata تَوَكَّلَ yang berarti mengandalkan, berserah diri, mempercayakan segala urusan kepada pihak lain. Dalam syariat: menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah usaha maksimal, dengan keyakinan segala sesuatu ditentukan oleh-Nya. Dua unsur: ikhtiar dan penyerahan diri.
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
QS. At-Talaq:3 Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Janji: yang telah ikhtiar maksimal lalu serahkan hasil kepada Allah akan dicukupi kebutuhannya.
كَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا
HR. Abu Dawud — Cukuplah Allah sebagai wakil yang mengurus segala urusan. Allah wakil terbaik, hasil terbaik dari setiap usaha.
QS. Al-Imran:159 — Apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal. Ajaran: usaha dengan tekad kuat dulu, baru serahkan hasilnya.
QS. Al-Maidah:23 — Dan hanya kepada Allah-lah kamu harus bertawakkal jika benar-benar orang beriman. Tawakkal adalah bagian dari iman, bukti keyakinan Allah yang mengatur segala.
HR. Tirmidzi — Seandainya kalian bertawakkal dengan sebenar-benarnya, niscaya diberi rezeki seperti burung: pergi pagi lapar, pulang sore kenyang. Burung tetap keluar cari makan (usaha), tapi Allah jamin kenyang. Tawakkal tidak pasif.
3. Manfaat & Urgensi Tawakkal
1. Ketenangan Jiwa
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
QS. Az-Zumar:36 — Bukankah Allah cukup bagi hamba-Nya? Dengan sandaran ke Allah, tidak diliputi khawatir berlebihan.
2. Pertolongan Allah
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
QS. At-Talaq:3 — Janji Allah mencukupi yang berserah diri, dalam penjagaan-Nya, rezeki dari arah tak terduga.
QS. Al-Maidah:23 — Ciri orang beriman, yakin hasil terbaik adalah kehendak Allah.
5. Cara-Cara Bertawakkal
1. Ikhtiar Yang Benar Sesuai Syariat
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
QS. An-Najm:39 — Manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Tidak ada hasil tanpa usaha benar.
2. Jaga Hati Dari Ketergantungan Pada Makhluk
فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
QS. Al-Jinn:18 — Jangan menyembah di samping Allah sesuatu pun. Harap hanya kepada Allah, ketergantungan pada makhluk mengesampingkan Allah bisa jadi syirik kecil.
QS. Maryam:25 — Goyang pangkal pohon kurma itu, niscaya gugurkan buah masak kepadamu. Allah tolong dengan rezeki tak disangka. Allah selalu bersama yang bertawakkal dalam sulit.
3. Salman Al-Farisi — Tawakkal Mencari Kebenaran
Awalnya penyembah api, tidak puas, tinggalkan negerinya, berpetualang cari agama benar, diperbudak, cobaan berat, tetap tawakkal, akhirnya bertemu Rasulullah SAW, masuk Islam, jadi sahabat besar dihormati karena ilmunya. Kisah ini: tawakkal dalam pencarian kebenaran akan beri petunjuk luar biasa bahkan dalam mustahil.
Kesimpulan Tawakkal adalah perpaduan usaha maksimal & penyerahan diri kepada Allah. Pilar penting kehidupan mukmin: ketenangan hati, rezeki tak terduga, percaya diri hadapi tantangan. Dengan tawakkal, Muslim hidup penuh keyakinan kepada Allah & memiliki landasan etika kuat dalam menghargai usaha & menghadapi cobaan.
Ikhtiar seperti burung terbang pagi, tawakkal seperti burung yakin akan pulang kenyang — Allah yang jamin.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Islam itu terdiri atas lima rukun. Mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammat itu adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, hajji ke Baitullah dan puasa Ramadlan. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 333]
Social Media