Ad Code

Dari Buraidah RA, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343]

"Paksakan dirimu Shalat sampai kamu gelisah ketika meninggalkannya"

Cara Meng-Esakan Allah ketika Shalat

MENG-ESAKAN ALLAH KETIKA SALAT

Memahami makna tauhid dalam setiap bacaan dan gerakan salat

PENDAHULUAN: KEPADA SIAPA KITA MENYEMBAH?

Salat merupakan ibadah yang paling penting dalam kehidupan seorang muslim. Di dalam salat, kita berdiri, rukuk, sujud, berdoa, dan membaca ayat-ayat Allah. Namun, ada satu pertanyaan yang sangat mendasar: Apakah kita benar-benar meng-Esakan Allah ketika salat? Meng-Esakan Allah berarti meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Seluruh ibadah harus ditujukan kepada Allah semata. Inilah inti tauhid yang harus hadir dalam hati seorang muslim ketika melaksanakan salat.

1. DALIL UTAMA: HANYA ALLAH YANG KITA SEMBAH

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Artinya:
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan."
(QS. Al-Fatihah: 5) Inilah pernyataan tauhid yang kita baca setiap rakaat salat. Perhatikan dua kalimat tersebut: إِيَّاكَ نَعْبُدُ
Hanya kepada-Mu kami menyembah. وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Artinya, kita tidak menyembah manusia, tidak menyembah malaikat, tidak menyembah jin, dan tidak menyembah benda apa pun. Hanya Allah yang berhak menerima ibadah kita.

2. DALIL BAHWA SALAT HANYA UNTUK ALLAH

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya:
"Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. Al-An'am: 162) Ayat ini menjelaskan bahwa salat dan seluruh ibadah harus dipersembahkan hanya kepada Allah. Jangan salat karena ingin dipuji manusia. Jangan salat hanya untuk mendapatkan pengakuan. Luruskan niat karena Allah semata.

3. DALIL LARANGAN MENYEKUTUKAN ALLAH DALAM IBADAH

فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
Artinya:
"Maka janganlah kamu menyembah sesuatu pun di samping Allah."
(QS. Al-Jinn: 18) Ayat ini menegaskan bahwa ibadah dan doa tidak boleh ditujukan kepada selain Allah. Ketika kita sujud, kita sedang merendahkan diri dalam ibadah kepada Allah, bukan kepada makhluk-Nya.

4. MENG-ESAKAN ALLAH DALAM NIAT DAN TAKBIR

Sebelum salat, luruskan niat bahwa kita melaksanakan ibadah karena Allah. Ketika mengucapkan:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Artinya: "Allah Maha Besar." Hadirkan kesadaran bahwa Allah lebih besar daripada segala urusan dunia, harta, jabatan, pekerjaan, dan kesibukan kita. Kita memasuki salat dengan mengagungkan Allah, bukan mengagungkan dunia.

5. TAUHID DALAM SETIAP GERAKAN SALAT

A. Ketika membaca Al-Fatihah Ketika membaca:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Ingatlah bahwa seluruh ibadah kita hanya untuk Allah. Hati kita bergantung kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya. B. Ketika rukuk
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
Artinya: "Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung." Ketika rukuk, kita mengagungkan Allah dan mengakui kebesaran-Nya. C. Ketika sujud
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Artinya: "Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi." Sujud merupakan bentuk ketundukan yang sangat mendalam dalam salat. Kita merendahkan diri di hadapan Allah, Tuhan Yang Mahatinggi. D. Ketika berdoa Mintalah kepada Allah dengan penuh harapan, kerendahan hati, dan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar.

6. DALIL TENTANG SUJUD HANYA KEPADA ALLAH

Rasulullah ﷺ bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Artinya:
"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah doa."
(HR. Muslim no. 482) Hadis ini mengajarkan keutamaan sujud dan memperbanyak doa ketika sujud. Di saat itulah kita menunjukkan kerendahan diri dan penghambaan kepada Allah.

7. KITA MENGHADAP KA'BAH, BUKAN MENYEMBAH KA'BAH

Ka'bah adalah kiblat umat Islam. Kita diperintahkan menghadap ke arahnya ketika salat, tetapi yang kita sembah bukanlah Ka'bah. Kita menyembah Allah, Tuhan yang menciptakan Ka'bah dan seluruh alam semesta.
Allah berfirman:
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
Artinya:
"Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram."
(QS. Al-Baqarah: 144) Jadi, menghadap Ka'bah adalah perintah Allah, sedangkan ibadah kita tetap ditujukan hanya kepada Allah.

8. HADIS TENTANG MEMOHON PERTOLONGAN HANYA KEPADA ALLAH

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
Artinya:
"Apabila engkau meminta, mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah."
(HR. Tirmidzi no. 2516) Hadis ini mengajarkan agar hati kita selalu bergantung kepada Allah. Meminta bantuan kepada manusia dalam perkara yang mampu mereka lakukan tetap diperbolehkan.

9. KESIMPULAN: JADIKAN TAUHID SEBAGAI RUH SALAT

Meng-Esakan Allah ketika salat bukan sekadar mengucapkan bacaan. Kita harus memahami maknanya, meyakininya dalam hati, dan membuktikannya melalui ibadah. Ketika membaca Al-Fatihah, kita menyatakan bahwa hanya Allah yang kita sembah. Ketika rukuk, kita mengagungkan Allah. Ketika sujud, kita merendahkan diri hanya kepada Allah. Ketika berdoa, kita memohon kepada Allah. Inilah penghambaan kepada Allah Yang Maha Esa.

DOA AGAR DITEGUHKAN DALAM TAUHID

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ
Artinya:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam urusan agama dan tekad untuk menempuh jalan yang benar."
(HR. An-Nasa'i no. 1304, bagian dari doa Nabi ﷺ)
Ya Allah jadikan kami hamba yang benar-benar meng-Esakan-Mu, menjaga salat, menjauhi kesyirikan, dan beribadah dengan ikhlas sampai akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Salat bukan hanya gerakan tubuh, tetapi pernyataan bahwa seluruh penghambaan kita hanya untuk Allah.

Halaman 1 dari 2
📘 Mulailah dari Memperbaiki Shalat . Ringkasan Shalat Sesuai Sunnah

Ad Code

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Islam itu terdiri atas lima rukun. Mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammat itu adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, hajji ke Baitullah dan puasa Ramadlan. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 333]