JENGGOT, SORBAN DAN PECI
Mana yang benar-benar merupakan tuntunan Rasulullah ﷺ?
1. Memelihara Jenggot: Ada Perintah Langsung dari Rasulullah ﷺ
Dalam Islam, mengikuti Rasulullah ﷺ merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah. Salah satu tuntunan beliau yang memiliki dasar hadis sahih adalah memelihara jenggot dan memendekkan kumis.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
“Berbedalah dengan orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot tumbuh lebat dan pendekkanlah kumis.”
HR. Bukhari no. 5892
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah jenggot tumbuh.”
HR. Muslim no. 259a
Kedua hadis tersebut menunjukkan bahwa memelihara jenggot bukan sekadar kebiasaan Rasulullah ﷺ, melainkan terdapat perintah langsung dari beliau.
Mayoritas ulama memahami perintah tersebut sebagai kewajiban memelihara jenggot. Namun, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai hukum mencukur, memangkas, dan batas panjang jenggot.
2. Sorban: Rasulullah ﷺ Pernah Memakainya
Memakai sorban juga memiliki contoh nyata dari Rasulullah ﷺ. Salah satu riwayat sahih menceritakan pakaian beliau ketika memasuki Kota Makkah pada peristiwa Fathu Makkah.
أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ دَخَلَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ
“Sesungguhnya Nabi ﷺ memasuki Makkah pada hari pembebasan Makkah, sementara di kepala beliau terdapat sorban hitam.”
HR. Muslim no. 1358
Hadis ini menjadi bukti bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengenakan sorban. Karena itu, memakai sorban merupakan pakaian yang memiliki contoh dari beliau.
Akan tetapi, riwayat tersebut menceritakan bahwa Nabi pernah memakainya, bukan perintah agar setiap Muslim wajib mengenakan sorban.
3. Peci atau Kopiah: Apakah Ada Perintah Khusus?
Peci atau kopiah sudah menjadi pakaian yang umum digunakan oleh kaum Muslimin di berbagai negeri, termasuk Indonesia.
Banyak orang mengenakannya ketika salat, membaca Al-Qur'an, menghadiri majelis ilmu, atau ketika beribadah ke masjid.
Namun, kita perlu membedakan antara pakaian yang pernah dikenakan Rasulullah ﷺ dan pakaian yang secara khusus diperintahkan oleh beliau.
- Tidak ada hadis sahih yang tegas memerintahkan setiap laki-laki Muslim wajib memakai peci.
- Peci atau kopiah boleh dikenakan sebagai pakaian yang sopan dan sesuai kebiasaan yang baik.
- Tidak benar menyatakan salat laki-laki tanpa peci otomatis tidak sah.
4. Apakah Laki-Laki Wajib Memakai Peci Ketika Salat?
Tidak ada dalil sahih yang menetapkan peci sebagai syarat sah salat laki-laki.
Allah berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid.”
QS. Al-A'raf: 31
Ayat ini memerintahkan kita memperhatikan pakaian ketika beribadah. Namun, ayat tersebut tidak secara khusus memerintahkan memakai peci.
Karena itu, seorang laki-laki boleh salat memakai peci dan boleh juga tanpa peci, selama auratnya tertutup dan syarat-syarat sah salat lainnya terpenuhi.
5. Kesimpulan: Jangan Mencampuradukkan Sunnah dan Kewajiban
Ringkasan berdasarkan dalil:
- Jenggot: Ada perintah langsung dalam hadis sahih. Mayoritas ulama mewajibkan memeliharanya.
- Sorban: Rasulullah ﷺ pernah memakainya. Ada contoh dari sunnah, tetapi bukan kewajiban bagi setiap Muslim.
- Peci: Boleh dipakai sebagai pakaian yang sopan, tetapi tidak ada perintah sahih yang tegas untuk mewajibkannya.
6. Kemuliaan di Sisi Allah Bukan Hanya Penampilan
Memelihara jenggot dan mengenakan pakaian yang baik hendaknya tidak membuat kita merasa lebih mulia daripada Muslim lainnya.
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
QS. Al-Hujurat: 13
Jangan sampai kita memperhatikan penampilan, tetapi melupakan salat. Jangan sampai kita memperdebatkan jenggot, sorban, dan peci, tetapi mengabaikan kejujuran, amanah, tauhid, dan akhlak.
Berusahalah mengikuti Rasulullah ﷺ dalam penampilan maupun dalam seluruh ajaran beliau. Jangan merendahkan orang lain karena perbedaan penampilan atau pemahaman fikih.
Ya Allah bimbing kami untuk mencintai dan mengikuti Rasulullah ﷺ dengan ilmu yang benar.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Referensi Dalil
- QS. Al-A'raf: 31.
- QS. Al-Hujurat: 13.
- Sahih Bukhari no. 5892.
- Sahih Muslim no. 259a.
- Sahih Muslim no. 1358.

Social Media