Dari Buraidah RA, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343]
"Paksakan dirimu Shalat sampai kamu gelisah ketika meninggalkannya"
QS. Adz-Dzariyat:56 "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (mentauhidkan-Ku)."
Tauhid secara bahasa artinya mengesakan.
Secara syariat: Mengesakan Allah dalam hal yang menjadi kekhususan Allah, dan hanya untuk Allah.
Semua Nabi, dari Nuh sampai Muhammad ﷺ, dakwah pertama mereka bukan shalat, bukan zakat, tapi: Laa ilaha illallah — Sembahlah Allah saja.
3 Jenis Tauhid Agar Mudah Dipahami
1. Tauhid Rububiyah — Allah Satu-satunya Pencipta, Pemberi Rezeki, Pengatur Yakin yang menciptakan langit bumi, yang menurunkan hujan di Bukittinggi, yang melariskan jualan di fujicell.id, yang mematikan dan menghidupkan — hanya Allah.
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
QS. Az-Zumar:62 — Allah pencipta segala sesuatu.
Catatan: Abu Jahal pun percaya ini. Tapi tetap kafir, karena tidak cukup dengan ini saja.
2. Tauhid Uluhiyah — Allah Satu-satunya yang Berhak Disembah (Inti Dakwah) Semua ibadah: doa, takut, harap, tawakkal, nadzar, sembelihan, shalat — hanya untuk Allah. Kalau Rububiyah itu "Allah berbuat untuk kita", Uluhiyah itu "kita berbuat untuk Allah".
QS. Al-Bayyinah:5 — Tidaklah mereka diperintah kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.
3. Tauhid Asma' wa Sifat — Mengimani Nama & Sifat Allah Apa Adanya Allah punya nama Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki), Asy-Syafi (Penyembuh), Al-Qawiy (Maha Kuat). Kita imani tanpa ditakwil, tanpa disamakan dengan makhluk.
QS. Asy-Syura:11 — Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar Maha Melihat.
Perumpamaan HP Rusak:
Rububiyah = Yakin yang bisa perbaiki cuma tukang servis (Allah).
Uluhiyah = Tapi kamu malah bawa HP ke dukun, ke pohon besar, ke jimat — itu syirik. Harusnya ke tukang servis itu saja.
Asma wa Sifat = Yakin tukang servis itu memang ahli, terpercaya, tidak sama dengan yang abal-abal.
Bagaimana Cara Mengamalkan Tauhid Sehari-hari?
1. Di Lisan: Jaga Doa & Sumpah Jangan berdoa: "Ya penunggu Marapi..." tapi "Ya Allah..."
Jangan bersumpah: "Demi Rasul, demi anak, demi rezeki" — Rasul ﷺ bersabda:
مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ
HR. Abu Dawud 3251, shahih — Siapa bersumpah dengan selain Allah, ia telah berbuat syirik.
Amalan: Sumpah hanya Wallahi, Billahi, Tallahi.
2. Di Hati: Jaga Takut, Harap, Tawakkal Merasa sial karena angka 13, hari Selasa, lihat burung, kejatuhan cicak — itu Tathayyur syirik.
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ
HR. Abu Dawud 3910 — Thiyarah (merasa sial) itu syirik.
Amalan: Jualan di fujicell.id maksimal, servis terbaik, tapi hati yakin yang datangkan pembeli Allah, bukan iklan. Sakit berobat maksimal, tapi yang menyembuhkan Allah, bukan dokter.
3. Di Perbuatan: Buang Jimat & Penglaris Gelang hitam tolak bala, kalung jimat, rajah di toko, garam penglaris — lepas semua.
مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ
HR. Ahmad 17422, shahih — Siapa menggantungkan tamimah (jimat) maka ia telah berbuat syirik.
Amalan: Cek toko, rumah, dompet — masih ada jimat? Bakar, buang. Ganti dengan doa: Hasbunallah wa ni'mal wakil.
4. Di Ibadah: Ikhlas & Ikut Sunnah Shalat bukan karena ingin dilihat mertua, bukan karena konten, tapi karena Allah perintahkan.
2 syarat ibadah diterima:
1) Ikhlas karena Allah
2) Sesuai sunnah Nabi ﷺ
Kalau tidak, tertolak walau terlihat hebat.
Buah Tauhid Kalau Benar:
Hati tenang — tidak takut kehilangan rezeki,
karena tahu Ar-Razzaq itu Allah, bukan bos, bukan algoritma.
Hidup ringan — tidak perlu ke kuburan, dukun, jimat, cukup angkat tangan ke langit.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Islam itu terdiri atas lima rukun. Mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammat itu adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, hajji ke Baitullah dan puasa Ramadlan. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 333]
Social Media