Ad Code

Dari Buraidah RA, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343]

Dzikir dan Doa

Dalil :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya (AL-AHZAAB : 41)

orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (QS. AR RA’D : 28)

Maka ingatlah kepada-Ku niscaya Aku akan ingat (pula) kepadamu (QS Al-Baqarah: 152)

Zikir :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد

“Allahumma Sholli ‘ala Muhammadin wa’ala Ali Muhammad ”

Ya Allah, berilah shalawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad (HR. An Nasa’i, shahih)

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna muhammadar rasuulullooh

Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwasanya nabi Muhammad itu pesuruhnya Allah

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

lahaula wala quwata illa billahil aliyil adzim

Tiada daya dan upaya selain kehendak Allah zat yang maha Agung

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

Datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah seluruh makhluk

بِسْمِ اللهِ اللهُ اَكْبَرُ

Bismillahi Allahu akbar

Dengan nama Allah Allah yang maha besar

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Allâhumma innî as’aluka bi annî asyhadu annaka antallâhu, lâ ilâha illâ antal ahadus shamad, alladzî lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakullahû kufuwan ahad

Ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah. Tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa, tempat bergantung yang tiada melahirkan dan tiada dilahirkan, serta tiada apapun yang menyamai-Nya

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ

Allahumma inni as-aluka bi-anna lakal hamda, laa ilaha illa anta al-mannaan badii’us samaawaati wal ardh, yaa dzal jalali wal ikram, yaa hayyu yaa qayyum

Ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu. karena segala puji hanya untuk-Mu, Tiada tuhan selain Engkau, Yang maha Memberi Karunia, Yang Menciptakan langit dan bumi, yang Maha Mulia dan Penuh Kemuliaan, yang Maha Hidup dan Tidak Bergantung pada Makhluk-Nya

وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Wa ilāhukum ilāhuw wāḥid, lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim

لَا إِلَهَ إِلاَّ الله سُبْحَٰنَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ

Lailahaillallah subhanal ‘azīzul-jabbār

Tiada tuhan melainkan Allah maha suci maha kuasa maha perkasa

Ya Allah kabulkanlah segala Doaku

Dalil :

Dan dzikirlah (ingatlah, sebutlah nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. [QS. Al A’raf/7 : 205].

Abu Musa Al Asy’ari berkata.

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerangi atau menuju Khaibar, orang-orang menaiki lembah, lalu mereka meninggikan suara dengan takbir: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illa Allah. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Pelanlah, sesungguhnya kamu tidaklah menyeru kepada yang tuli dan yang tidak ada. Sesungguhnya kamu menyeru (Allah) Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat, dan Dia bersama kamu (dengan ilmuNya, pendengaranNya, penglihatanNya, dan pengawasanNya,).” Dan saya (Abu Musa) di belakang hewan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendengar aku mengatakan: Laa haula wa laa quwwata illa billah. Kemudian beliau bersabda kepadaku,”Wahai, Abdullah bin Qais (Abu Musa).” Aku berkata,”Aku sambut panggilanmu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Maukah aku tunjukkan kepadamu terhadap satu kalimat, yang merupakan simpanan di antara simpanan-simpanan surga?” Aku menjawab,”Tentu, wahai Rasulullah. Bapakku dan ibuku sebagai tebusanmu.” Beliau bersabda,”Laa haula wa laa quwwata illa billah.” [HR Bukhari, no. 4205; Muslim, no. 2704].

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.. bahwa Nabi Saw. bersabda: “Doa seseorang senantiasa dikabulkan selama dia tidak berdoa dengan menyandang dosa atau memutuskan silaturahmi dan selama dia tidak terburu-buru.” Ditanyakan:”Ya Rasulullah, apa terburu-buru itu?” Rasulullahmenjawab: “Yaitu orang yang berdoa mengucapkan:’Aku telah berdoa dan berdoa, tetapi belum juga dikabulkan,’ sehingga dia merasa jengkel lalu tidak berdoa lagi. [HR. Muslim]

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan [QS. AL – A’RAAF :.96]

dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu [QS. AT – TALAAQ : 3]

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. GhHAAFIR: 60)

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. [QS. AL – FAATIHAH :5]

Doa :

Ya Allah, aku mohon kepadaMu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kekayaan

Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku. Perbaikilah bagiku urusan duniaku sebagai tempat penghidupanku. Perbaikilah akhiratku sebagai tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini benilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian sebagai kebebasan dari segala keburukan

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kelemahan, kemalasan, ketakutan, kekikiran, kepikunan, dan siksa kubur. 

Ya Allah, berilah ketakwaan kepada diriku, sucikanlah diriku, Engkau-lah sebaik-baik Dzat yang menyucikan diriku. Engkau-lah yang menolong dan menguasai diriku. 

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tak berguna, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan

Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, dan perbuatanku yang berlebihan dalam urusanku, serta ampunilah kesalahanku yang Engkau lebih mengetahui daripada aku. 

Ya Allah, ampunilah aku dalam kesungguhanku, kemalasanku, dan ketidaksengajaanku yang semua itu ada dalam diriku. 

Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang telah berlalu, dosayang akan datang, dosa yang aku sembunyikan, dosa yang aku perbuat dengan terang-terangan, dan dosa yang Engkau megetahuinya dari pada aku, Engkaulah yang memajukan dan Engkaulah yang mengakhirkan, serta Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah wakina azabannar

"Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka."

Ad Code

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Islam itu terdiri atas lima rukun. Mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammat itu adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, hajji ke Baitullah dan puasa Ramadlan. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 333]